Sabtu, 17 Januari 2009

Ware Housing / Pergudangan 11.

Proses dan ketentuan umum dalam penyusunan barang di dalam gudang :


1.Wilayah penumpukan ( floor area ) barang harus dibersihkan terlebih dahulu sebelum barang ditumpuk.
2.Lantai gudang harus bersih, kering dan tidak lembab jika perlu diberikan palet.
3.Untuk keamanan gudang, barang dan manusia dalam penyusunan barang agar diperhitungkan daya pikul lantai gudang dan stacking height gudang.
4.Barang yang ringan di letakan diatas muatan yang berat.
5.Barang berharga dan ukuran kecil dimasukan dalam bonded store / kerangkeng.
6.Barang tidak boleh menyandar ke dinding gudang dan harus diperhatikan safety aisleway.
7.Penumpukan barang tidak pada jalur lalu lintas alat ( jalur Logitudinal aisleway dan door aisleway.
8.Sewaktu penyusunan barang agar tetap memperhatikan tanda stacking heigth yang berwarna hijau, kuning dan merah pada dinding gudang.
9.Barang dipisahkan letaknya menurut,tujuan, kapal, jenis, sifat dan masing masing party barang.
10.Waspadai alat – alat seperti forklift yang sering berbenturan dengan lantai gudang sehingga mengeluarkan bunga api / fonk.
11.Dalam penyusunan barang – barang berat dianjurkan menggunakan palet untuk keamanan.
12.Pisahkan barang – barang yang ditumpuk untuk didalam gudang maupun yang diluar gudang / lapangan, untuk dilapangan ciri cirinya adalah, karena sifatnya yang tidak boleh ditimbun didalam gudang, barang yang tahan cuaca, tidak menarik untuk dicuri, dsb.
13.Barang yang ditimbun lebih dari waktu tertentu segera dipindahkan dan dilaporkan ke bea dan cukai sehingga statusnya menjadi barang tidak bertuan untuk segera dilelang.
14.Pisahkan barang – barang yang peka terhadap barang lain agar tidak terjadi kontaminasi diantara barang – barang tersebut.
15.Memisahkan barang mengganggu dengan barang lainnya dan jauhkan dari kantor untuk mencegah terjadinya gangguan dari barang tersebut.
16.Tidak menimbun barang berbahaya class 1 dan class 7 menurut IMO.
17. Jika harus menimbun barang – barang berbahaya harus tetap mengacu dan tunduk pada ketentuan IMO tentang handling barang – barang berbahaya / Dangerous Goods.
18.Orang yang tidak berkepeningan dilarang masuk gudang.
19.Dilarang merokok di dalam wilayah gudang
20.Menyiapkan alat – alat PMK yang aktif dan jika telah habis diganti yang baru.
21.Juga menyiapkan alat bantu kebakaran lainya seperti kapak, galah, karung yang bisa dibasahkan dsb
22.Diupayakan memakai atap fibreglass untuk menambah penerangan didalam gudang.
23.Lampu peneranga harus layak untuk keamanan.
24.Dianjurkan memakai smoke detector dan heat detector.
25.Memperhatikan penimbunan barang – barang untuk kebutuhan logostik, persediaan, keperluan industri dsb dengan menerapkan konsep management LIFO ( Last In First Out ) dan FIFO ( First In First Out ).
26.Pada gudang Refregerated cargo harus tetap memperhatikan suhu secara teratur demi keamanan barang.
27.Barang hasil pertanian harus memperhatikan penyemproyan hama, kelembaban udara, dsb.
28.Barang yang mudah rusak karena sifatnya harus mendapat perhatian khusu dan segera dikeluarkan.
29.Perlunya alat – alat perlindungan kesehatan bagi para pegawai dan buruh yang bekerja terutama yang menghandling barang – barang yang mengganggu dan berbahaya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar