Minggu, 29 November 2009

SKALA LIKERT

Pernahkah anda mendengar suatu perhitungan yang menggunakan skala likert ?
Secara umum Skala likert digunakan untuk pengukuran dan perhitungan perilaku. Hasil dari perhitungan perilaku ini biasanya digunakan oleh manajemen untuk mengambil sikap, langkah – langkah serta kebijakan untuk kebaikan perusahaan.
Skala berisi tentang pernyataan dan disertai jawaban setuju-tidak setuju, sering-tidak pernah, cepat-lambat, baik-buruk dan sebagainya tergantung dari tujuan pengukuran yang diinginkan.
Hasil yang menggunakan barometer skala likert biasanya dilakukan sekali atau dua kali setahun dimana subjek yang akan diukur merupakan mitra, rekanan maupun pelanggan dari sebuah perusahaan.
Hasil dari Skala likert tersebut akan dapat dilihat antara lain ;
1.Gambaran secara kasar posisi individu dalam kelompoknya / posisi relative.
2.Perbandingan skor antara subjek dengan kelompok normatifnya.
3.Cara penyusunan pengukuran sederhana dan mudah

Bagaimana Langkah penyusunan untuk perhitungan skala likert ?
1.Memahami dan menentukan apa yang akan di ukur.

2.Membuat alat pandu / blue print yang berguna untuk penyusunan alat – alat ukur dengan memasukan indicator secara teorutis dan logis serta membuat pernyataan yang yang lebih banyak dan dibuat secara Favorable / unfavorable.

3.Membuat item yang sesuai, kemudian di uji hingga didapatkan item yang baik dimana dapat digunakan sebagai alat ukur untukdiinterpretasikan.
4. Menentukan nilai ( t ) yaitu dengan menghitung dan menjumlahkan skor tiap subjek kemudian dikelompokan menjadi dua yaitu menggunakan mean / median jika subjek sedikit atau dengan ( % ) jika subjek lebih banyak.

5.Menghitung nilai t dengan rumus t = XH – XL / √ ( SH ² / nH + SL² / nL ) dimana XH : rata – rata skor pada kelompok tertinggi, XH merupakan rata – rata skor pada kelompok terendah, SH ² : varian distribusi jawaban pada kelompok tertinggi, SL² : varian distribusi jawaban pada kelompok terendah, nH : Jumlah Subjek pada kelompok tertinggi, nL : Jumlah Subjek pada kelompok tertinggi.

6.Selanjutnya pilihlah sekitar 20 – 25 item yang mempunyai nilai ( t ) tinggi dimana dapat mewakili pernyataan favorable dan unfavorable dengan memakai nilai t minimal = 1.75

7.Mencari nilai korelasi ( r ) dengan cara menghitung dan menjumlahkan skor tiap subjek serta mengkolerasikan skor tiap item dengan skor total yang diperoleh setiap subjek.

8.Selanjutnya pilihlah sekitar 20 – 25 item yang mempunyai nilai ( r ) tinggi dimana dapat mewakili pernyataan favorable dan unfavorable dengan memakai nilai r minimal = 0.3

9.Susunlah semua pernyataan hingga menjadi satu set skala berdasarkan indicator maupun item favorable dan unfavorable.

10.Untuk mengitrepretasikan skor skala liker tidak bias dilakukan secara langusng tetapi dibandingkan dengan skor kelompok normativenya.

11.Bentuk Skala respon adalah : STS……..TS……N……S…..SS , dimana STS Sangat Tidak Setuju, TS adalah Tidak Setuju , N Ragu – ragu , S setuju, SS sangat Setuju.

12.Membuat perhitungan Frekwensi ( f ) jawaban subjek untuk masing kategori respon, menghitung proporsi ( p ) masing – masing respon dengan membagi frekwensi dengan jumlah responden, menghitung proporsi komulatif ( pk ) dan titik tengah proporsi komulatif atau ( pk – t )

13.Data sudah bisa di sajikan ke dalam tabel dimana pada format bagian atas dari kiri ke kanan adalah : STS……..TS……N……S…..SS ( untuk item favorable sedangkan kalau dibalik untuk item unfavorable. ) sedangkan untuk format dari atas ke bawah dapat diisi dengan ( f ), ( p=f/n ), pk , pk – t = 0.5p + pk , z , z – ( z paling kiri ) , dan paing bawah adalah jumlah pembulatan.

14.Nilai z adalah nilai skor untuk respon dengan mencari dari tabel deviasi normal yaitu dimulai menetukan titk nol pada respon paling kiri / paling rendah untuk setiap item yang ada.

5 komentar:

  1. Nice posts ... tambah ilmu lagi ...

    BalasHapus
  2. terus terang sy belum pernah denger skala likert. tapi thanks udah share artikel ini..

    BalasHapus
  3. Untuk mengitrepretasikan skor skala liker tidak bias dilakukan secara langusng tetapi dibandingkan dengan skor kelompok normativenya.

    BalasHapus
  4. Anonim18.18

    wahh kebetulan sekali lagi butuh ini, buat karya ilmiah. thanks

    BalasHapus
  5. Terima kasih ilmunya, sangat bermanfaat sekali metode ini terutama untuk penulisan ilmiah dan tugas akhir.

    BalasHapus