Minggu, 29 November 2009

Mooring Master.

Salah satu dari sumber alam yang ada di dunia adalah minyak bumi, minyak bumi didapat dengan cara ditambang baik di daerah daratan maupun dilautan bebas. Pada daerah daratan mungkin untuk memproduksi minyak bumi lebih mudah dari pada memproduksi minyak bumi di lautan. Di daerah daratan selain sumber daya manusia yang professional juga dibutuhkan alat – alat yang relative mudah didistribusikan dan di operasikan dibandingkan dengan daerah lautan. Bila diliat dari supply dan pendistribusiannya maka daerah daratan juga lebih banyak kemudahan dari pada daerah lautan. Seperti apakah proses pendistribusian minyak mentah di daerah lautan ?
Untuk proses pendistribusian minyak mentah di daerah lautan dipakai berbagai cara yaitu :
1.Sistim STS ( Ship to ship )
2.Sistim CBM ( Convensional Bouy Mooring )
3.Sistim SPM ( Single Point Mooring )















1.Sistim STS ( Ship to ship )
Sehubungan mungkin tidak cukup dalamnya perairan, memiliki alur masuk sempit, atau memiliki dermaga yang kecil sehingga tidak dapat mengakomodasikan VLCCs (very large crude carriers) atau ULCC (ultra large crude carriers). sandar dalam terminal di dalam pelabuhan. Maka lightering membolehkan pembongkaran lepas pantai muatan minyak mentah dari tanker-tanker yang sangat besar ini. Bagaimana caranya? Proses lightering melalui olah gerak sebuah kapal tanker yang lebih kecil (SS) sandar pada tanker yang lebih besar atau STBL (ship-to-be-lightered), khususnya dengan kedua kapal tanker berlayar. Kedua kapal tanker disandarkan bersama dengan tali-tali bersamaan menggunakan bumpers karet yang biasa disebut fender atau dapra, di antara dua kapal tanker untuk mencegah kerusakan akibat benturan. Sebagian dari muatan minyak mentah dari kapal tanker yang lebih besar dibongkar melalui slang-slang yang dihubungkan antara kedua tanker ke tanker yang lebih kecil. Kedua tanker ini mungkin STSnya dengan STBL berlabuh jangkar atau berlayar terus menerus selagi memindahkan muatan mengambil tempat tergantung pada kondisi laut/cuaca. Lokasi lightering ini yang pernah terjadi di pantai timur AS terutama ditentukan oleh kedalaman air dan kepadatan lalulintas. Di teluk Mexico proses ini mengambil tempat 20 hingga 60 mil dari daratan. Di AS tanker sebagai SS mungkin memiliki Nakhoda/Captain yaitu Mooring Master. Jika SS tidak dilengkapi dengan MM, atau Captain tidak mampu melakukan operasi penyandaran maka jasa MM sangat diperlukan.

2.Sistim CBM ( Convensional Bouy Mooring )
Yang kedua yaitu CBM, yaitu tempat pengepilan tanker dengan menggunakan empat atau lebih bouy kepil dan mungkin dibantu dengan melego jangkar kapal. Pembongkaran pemuatan minyak melalui saluran pipa di dasar laut menuju tanki-tanki di darat.














3.Sistim SPM ( Single Point Mooring )
Yang ketiga adalah SPM yaitu sebuah fasilitas bongkar/muat melalui saluran pipa-pipa di dasar laut ke/dari tanki darat, di mana tanker terlindung dengan haluan ditambat ke bui tunggal dan bebas untuk berputar 360ยบ umumnya akibat arus dan angin.
Untuk penyandaran/pengepilan tanker di dermaga adalah suatu keahlian dan ketrampilan yang telah banyak dimiliki oleh para Nakhoda dan Pandu laut, namun pengepilan di STS, CBM dan SPM serta pengetahuan tentang pertankeran tentu memerlukan pelatihan dan keahlian lanjut dari para Nakhoda,

Kesimpulannya, Proses supply minyak mentah di laut lepas sangat memerlukan tenaga SDM yang benar – benar professional yaitu seorang yang mempunyai pengalaman sebagai Mooring Master.
Pendidikan MM hanya bisa bisa didapat di Negara Perancis dan Jepang karena sulitnya fasilitas, Instruktur praktisi (tidak teoritis), bahan-bahan referensi pelajaran dan lain-lain.



11 komentar:

  1. Wah postingannya lain daripada yg lain nih, ternyata rumit ya...perjalanan minyak utk sampai di suatu tempat, selama ini taunya tinggal pake doang. Good Post buat nambah pengetahuan. Txu.

    BalasHapus
  2. artikel bagus yang sangat bermanfaat...
    tinggal makai, kadang masih mengeluh...padahal prosesnya sulit...

    BalasHapus
  3. kalau di laut yang berat ninggal keluarga juga...hehe...tapi namanya kerja ya....begitulah....(maaf gak nyambung sama artikel).
    untuk sampai ke konsumen ternyata proesesnya rumit...

    BalasHapus
  4. wah... posting yg gini jarang sob.. keren2... klo di indonesia cocok pake yg mana?

    BalasHapus
  5. wah....benar-benar detail penjelasannya....

    BalasHapus
  6. nice post.. bener kata hafizu.. artikel2 gini jarang..

    BalasHapus
  7. Wah,keren juga tuh kapal laut nya ..

    BalasHapus
  8. waw,,,keren" habis ya kapal lautnya...

    BalasHapus
  9. .perjalanan minyak utk sampai di suatu tempat, selama ini taunya tinggal pake doang. Good Post buat nambah pengetahuan. thanks

    BalasHapus
  10. artikelnya bermanfaat..makasih

    BalasHapus
  11. ni baru artikel yang menarik ,, berani tampil beda..

    BalasHapus