Tampilkan postingan dengan label Peti kemas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peti kemas. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 April 2009

Peralatan Pelayanan Peti Kemas









Perkembangan teknologi perkapalan dan pelayanan barang juga diiringi oleh perkembangan terhadap pelayanan peti kemas di pelabuhan – pelabuhan yang ada di dunia. Pelabuhan – pelabuhan juga berbenah terhadap mutu pelayanan terutama terhadap alat – alat yang akan melayani kapal – kapal peti kemas untuk melakukan kegiatan bongkar muat di dermaga. Di berbagai negara masih ditemukan bentuk pelayanan peti kemas yang bersifat konvensional, namun di negara – negara yang sudah maju pelayanan peti kemas di tangani secara khusus melalui sebuah pelabuhan yang berbentuk UTPK atau Unit Terminal Peti kemas . Demi tercapainya mutu pelayanan yang baik sebuah bentuk pelabuhan atau unit terminal peti kemas harus mempunyai fasilitas pokok seperti ,

Dermaga – dermaga dengan kedalaman tertentu untuk bersandarnya kapal – kapal yang mengangkut peti kemas.

Lapangan penumpukan peti kemas atau container yard yang terdiri dari beberapa blok – blok yang nantinya diperuntukan untuk penumpukan atau open storage dari peti kemas. Blok – blok yang ada terdiri dari, blok peti kemas bongkaran, muatan, empty / kosong, behandle, reffer serta blok lainya yang digunakan sesuai dengan peruntukannya.

















Gudang tempat membongkar / memuat isi peti kemas atau di sebut juga dengan CFS ( Container Freight Station ). Gudang CFS ini berada dekat dengan lapangan penumpukan ( CY ), hal ini disebabkan oleh fungsinya yang berguna untuk menampung sementara bongkaran dan muatan isi peti kemas tersebut, istilah lainnya adalah untuk kegiatan Stuffing ( pemuatan ) dan Stripping ( pembongkaran ). Bentuk lain dari gudang tersebut adalah gudang CDC atau Central Distribution Cargo yang masih berfungsi sama dengan gudang CFS.

Sedangkan peralatan penunjang pelayanan bongkar muat peti kemas adalah sebagai berikut,

Container Crane ( CC ) yaitu alat yang berbentuk huruf ”A” yang berguna untuk aktifitas bongkar muat dari kapal ke dermaga atau sebaliknya.
























Trantainer ( TT ) atau RTG adalah alat yang berbentuk huruf ”U ” terbalik yang berfungsi untuk menumpuk dan mengangsur petikemas dilapangan penumpukan.





























Headtruck / Chasiss , merupakan alat yang digunakan untuk mengangkut peti kemas dari dermaga ke lapangan penumpukan atau sebaliknya, kegiatan ini lebih dikenal dengan istilah trucking / haulage.

Forklift, berfungsi sebagai alat untuk menurunkan / menaikan peti kemas dari truck ke lapangan penumpukan atau sebaliknya, istilah ini dikenal dengan Lift on – Lift off . untuk forklift ini mempunyai banyak jenis seperti, Top Loader, Side Loader, Reach Stacker, Super Stacker dan lain lain.

Read More......

Jumat, 03 April 2009

Perkembangan Peti Kemas

Dengan semakin meningkatnya kebutuhan pemakaian sarana peti kemas untuk pengangkutan barang – barang / komoditi / cargo untuk export – import maupun lokal, maka diiringi juga oleh perkembangan jenis dan bentuk peti kemas itu sendiri, atau dengan kata lain peti kemas berevolusi dengan jenis barang yang akan dilayaninya.
Pada tahun 1970 dicatat bahwa cargo yang di layani oleh peti kemas sebanyak 47 juta ton atau populasi muatan sekitar 450.000 Teus.
Tahun 1984 sekitar 225 juta ton atau 4,7 juta Teus. Hingga 10 tahun sebelum ini yaitu tahun 1998 sudah mencapai 1.100 juta ton atau 60,3 juta Teus.
Berbagai bentuk peti kemas di buat seperti :

Bentuk biasa yaitu jenis, “ closed box container with side doors” dimana peti kemas hanya bisa dibuka pada satu sisi pintu, biasanya dipakai untuk barang – barang dengan bentuk palet / box / atau dengan bentu yang teratur dan muadah penyusunannya.

“ Open Top – Open Sided “ yaitu peti kemas yang bisa dibuka pada sisi atas dan sisi lainnya yang bukan merupakan pintu peti kemas tersebut, biasanya untuk barang – barang yang over length dan over height.

“ Open Top “ yaitu peti kemas yang bisa dibuka pada bagian sisi atas saja selain pintu peti kemas tersebut, digunakan untuk barang – barang over height.

“ Open Side “ yaitu peti kemas yang bisa dibuka pada bagian sisi samping saja selain pintu peti kemas tersebut, biasnya dipakai untuk barang – barang over lenght.

“ Container with thermal “ yaitu jenis peti kemas yang didalamya dilengkapi oleh mesin pendingin atau pemanas , terdiri dari berbagai jenis yaitu, Insulated Containers, Heated Containers, Refrigerated Containers. Peti kemas jenis ini biasanya digunakan untuk membawa buah – buahan, obat – obatan, sayur – sayuran dan barang lain yang rentan dengan cuaca dan suhu.

Masih banyak bentuk lainnya seperti ; ” Container Rack “, “ Container Flat “, “ Container Tank “, dimana bentuk dari peti kemas tersebut menyesuaikan dari bentuk barang – barang yang akan di bawa.


Perkembangan perdagangan export – import maupun lokal yang cederung melirik penggunaan peti kemas, juga memacu perkembangan teknologi kapal – kapal yang akan melaksanakan pelayanan terhadap peti kemas. Bentuk evolusi yang ada adalah ,
“ Multi Deck Break Vessels”, yaitu kapal yang melakukan pelayanan peti kemas dengan memamfaatkan bagian atas deck kapal tersebut. Sedangkan bagian palka – palka kapal masih dipergunakan untuk kebuthan cargo lainnya.

” Multipurpose Carriers ” adalah kapal – kapal yang memamfaatkan salah satu saja bagian atas deck dan palka untuk petkemas, sedangkan bagian lainnya baik bagian atas deck maupun palka masih dipakai untuk cargo yang lain.

” Semi Containers Ship / Containers Bulk Cariers ” merupakan kapal – kapal yang melayani petikemas secara keseluruhan baik diatas deck maupun di palka kapal, tetapi masih bisa dimamfaatkan oleh cargo lainnya selain melayani pengangkutan peti kemas

” Cellular Container Ship ” yaitu jenis kapal yang benar – benar berorientasi terhadap pelayanan pengangkutan peti kemas baik secara export/ import maupun lokal.

Hingga pada kapal – kapal yang melayani kapal juga terjadi proses yaitu ” Containership Evolution ”, dengan beberapa generasi yaitu :

Generasi pertama, sebelum tahun 1950, dengan panjang kapal 450 m, kapasitas angkut dibawah 1.000 Teus, dan pada tahun 1950 – 1970 panjang kapal 630 m dengan kapasitas angkut 1.000 Teus.

Generasi ke dua pada tahun 1970 – 1980 yaitu dengan panjang kapal 700 m dengan kapasitas angkut 2.000 Teus.

Generasi ke tiga, ( Panamax Class ) pada tahun 1980 – 1990 panjang kapal mulai dari 880 m sampai dengan 950 m dengan daya angkut sampai dengan 3.000 – 4.000 teus

Generasi ke empat, ( Post Panamax ) tahun 1990 hingga sekarang rata – rata panjang kapal antara 900 m – 1.000 m dimana sanggup melayani hingga 4.000 Teus – 5.000 Teus.
Read More......

Rabu, 25 Maret 2009

Sejarah Peti Kemas

















Sejarah lahirnya peti kemas dimulai sebelum tahun 1950, dimana US ARMY di Negara Amerika membuat sebuah rangka dari besi baja dengan disign segi empat dimana ukuran tinggi, panjang dan lebar berpedoman pada areal luas tween deck. US ARMY membuat rangka tersebut untuk kebutuhan internal. Pada waktu itu sebagian besar ukuran dan konstruksi peti kemas digunakan oleh perusahaan pelayaran Amerika sendiri yaitu Atlantic Gulf and West Indies Lines ( AGWI ) dengan tujuan perdagangan ke Porto Rico.
Hingga tahun 1955, Mr Maccolm Mc Lean menjual pengetahuan perusahaan pengangkutannya kepada pihak ” Waterman Steam Ship Coorporation ”, yang digunakan untuk mengoperasikan pelayaran ” Sea land Service ”. Pada tahun 1957 Kapal generasi pertama dengan sistim full container adalah ” Gate Way City ” dengan jalur pelayaran antara Houston dan New York.
Perkembangan tersebut berjalan pesat, hingga tahun 1972 telah dibuka jalur pelayaran peti kemas ke benua Eropa, Jepang, Australia.
Sampai tahun 1977, telah berdiri sekitar 38 perusahaan khusus pelayanan peti kemas yang melayani hingga Afrika.

















Perkembangan pasar juga meningkat, mulai dari 2,3 % pada tahun 1970 menjadi 30 % di tahun 1982, hingga sekarang peti kemas sudah menjadi sistim penting dalam transportasi dunia.
Meningkatnya perkembangan pasar peti kemas memberikan feed back yang positif terhadap perkembangan kapal – kapal yang melayani peti kemas tersebut. Perusahaan pembuatan kapal berlomba mencari bentuk tehnis yang dapat melayani kegiatan peti kemas. Penempatan posisi peti kemas yang selama ini berada di geladak kapal telah di tambah dengan cara mengkonversi kapal – kapal tanker dan kapal – kapal curah kering.

Perkembangan pangsa pasar peti kemas yang cukup pesat disebabkan :
1. Keamanan barang lebih terjamin
2. Kecilnya resiko dan kerusakan barang.
3. Biaya lebih murah.
4. Proses pelayanan lebih cepat.
5. Kapasitas angkut lebih besar.
6. Dan yang utama adalah peti kemas merupakan multi modal transport.

Peti kemas secara defenisinya menurut ISO adalah peti atau kotak yang memenuhi persyaratan teknis sesuai dengan International Organization for Standardization (ISO) sebagai alat atau perangkat pengangkutan barang yang bisa digunakan diberbagai moda, mulai dari moda jalan dengan truk peti kemas, kereta api dan kapal petikemas laut.
Berat maksimum peti kemas untuk 20” dalam keadaan isi adalah 24 ton dan untuk 40” adalah 30,48 ton. Untuk berat muatan yang bisa di bawa adalah 21,8 ton untuk 20” dan 26,68 ton untuk 40 ”.






Read More......