Tampilkan postingan dengan label KPI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KPI. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Juli 2009

Key Performance Indicators

Pada artikel sebelumnya tentang KPI telah dibahas "Bentuk / perspektif KPI" di cabang Pelabuhann Teluk Bayur. Sehubungan dengan hal tersebut maka pada postingan ini dapat ditambahkan bahwa KPI Merupakan suatu kunci indicator performance yang berbentuk suatu pelaporan dalam format yang ditentukan dengan isi data – data dalam bentuk financial dan non financial, dan digunakan oleh management suatu perusahaan untuk mengambil langkah – langkah guna kemajuan sebuah perusahaan. Setiap perusahaan mempunyai bentuk, nilai dan format yang berbeda untuk pengisian tentang masalah KPI. Perbedaan ini disebabkan oleh visi dan misi dari perusahaan itu sendiri.
Secara umum pengisian dari format KPI adalah tentang nilai – nilai dari target keberhasilan dari masing – masing bagian kedinasan, divisi atau departemen. Jika nilai dari masing – masing tersebut sudah disatukan dalam satu format dalam bentuk laporan rekapitulasi, maka dari laporan tersebut akan dapat dilihat keadaan dari suatu perusahaan. Dari laporan KPI itu pihak management juga akan dapat memutuskan langkah – langkah yang akan ditempuh demi majunya suatu perusahaan.
Waktu pengumpulan dari laporan biasanya adalah pertriwulan, persemester, dan pertahun. Pada artikel sebelumnya tentang KPI yang ada di pelabuhan yaitu sebanyak 13 bentuk, Sehubungan dengan terjadinya perubahan pada level TOP management maka bentuk dari KPI juga berubah. Bentuk KPI pelabuhan yang ada sekarang adalah :


Aspek Keuangan :

1.ROCE / Return On Capital Employed.(%)
2.OR / Operating Ratio.(%)
3.Pertumbuhan Pendapatan Usaha.(%)
4.Kolektibilitas Piutang Usaha.(hari)
5.Rasio Laba Terhadap Biaya Operasi.(%)
6.Efektifitas Cash Management.(%)
7.Efektifitas Pengendalian Biaya.(%)
8.Efektifitas Kerjasama.(%)

Pelanggan:

9. Indeks Kepuasan Pelanggan.(Skala Likert)
10.Pertumbuhan Pelanggan Baru.(%)
11.Komplain Pelanggan.(%)

Proses Bisnis Internal:

12.a.Tingkat Kesiapan Fasilitas dan Alat Produksi:

a. Availability Kolam.(%)
b. Availability Alur.(%)
c. Availability Kapal Tunda.(%)
d. Availability RRTG.(%)

12.b.Tingkat Utilisasi Alat Produksi:

a. Berth Accupancy Ratio.(%)
b. Yard Accupancy Ratio.(%)

13.Penyerapan Investasi:

a.Realisasi Program.(%)
b.Pencapaian Fisik.(%)
c.Kesesuaian Realisasi.(%)

14.Pelaksanaan Assessment/Review/Audit terhadap Sistim & Prosedur Pelayanan Sesuai Prioritas.(%)

15.Pengembangan & Perbaikan Mutu Seluruh Sistim Dan Prosedur Pelayanan.(%)

16.Perbaikan Waktu Delivery Operasi Dalam Proses Pelayanan Bagi Pelanggan.(%)

17.Indeks Kepuasan Supplier/Vendor.(Skala Likert)

Learning & Growth:

18.Penerapan Sistim Management SDM.(%)
19.Pelaksanaan dan Perbaikan Sistim Management SDM.(%)
20.Tindak Lanjut Hasil Temuan Audit Internal.(%)
21.Pencapaian Target KPI divisi pada setiap Cabang.(%)

Kepemimpinan :

22.Pegawai yang memperoleh reward.(%)
Pegawai yang memperoleh punishment.(%)

23.Pengendalian resiko.(%)
24.Legal Compliance.(%)
25.Penyusunan Implementasi & Review Cascading di KPI Cabang sampai dengan Individu.(%)

Produk & Layanan:

26.Capaian Level Of Service and Safety ( LOSS )Meliputi : Waktu, Produktifitas, Keselamatan, Keamanan

1. Keselamatan Pemanduan.(%)
2. Waiting Time Net.(Menit)
3. Postpone Time.(Jam)
4. Aproaching Time.(Jam)
5. Produktifitas Bongkar Muat Peti Kemas di TPK.(BSH)
6. Perbandingan Efektif Time & Berthing Time (ET/BT).(%)

27.Pemenuhan SLA/SLG ( terhadap harapan Pelanggan )

Pemenuhan SLA.(%)
Deviasi Penyimpangan SLG.(%)


Read More......

Sabtu, 10 Januari 2009

Perspektif Proses Bisnis Internal

PERSPEKTIF PROSES BISNIS INTERNAL


Kolektibiltas pengembalian Program Kemitraan :
Untuk mengetahui tingkat kolektibilitas penyaluran dana program kemitraan yang bermamfaat untuk mengkaji dan mengambil langkah perbaikan dalam rangka meningkatkan nilai kolektibiltas pengembalian dana PKBL. ( dalam satuan % )

Formulasi : Rata – rata kolektibilitas pinjaman / Jumlah dana yang dipinjamkan

Tingkat penyaluran program kemitraan :
Besarnya nilai dana realisasi PKBL yang telah disalurkan dibandingkan dengan nilai dana PKBL yang telah disediakan / dialokasikan oleh perusahaan ( satuan % )

Formulasi : Dana PKBL yang disalurkan / Dana PKBL yang dialokasikan

Capaian LOSS ( Level of Savety Service ) :
KPI bidang Operasional yang mengukur tingkat pelayanan yang diberikan oleh perusahaan kepada pelanggan atas jasa kepelabuhanan yang diberikan. ( dalam satuan % )

Formulasi : Jumlah Capaian % / Jumlah nilai yang diterima

Indicator yang dihitung / dinilai meliputi :
Keselamatan Pemanduan ( % )
Waiting Time ( menit )
Aproach Time ( menit )
ET/BT Kapal luar negeri ( menit )
ET/BT Kapal dalam negeri ( menit )
Produktifitas Curah Cair / CPO ( T/P/H )

Tingkat Kesiapan alat produksi pelabuhan representasi :
Untuk mengetahui tingkat ketersediaan peralatan kepelabuhanan terhadap persyaratan-persyaratan sesuai ketentuan atau sesuai dengan yang dijanjikan ( dalam satuan % )

Formulasi : Jumlah Capaian % / Jumlah yang dinilai

Indicator yang dihitung / dinilai meliputi :
Availability Kolam, dermaga, Lapangan, Mobil Crane, Reach Steacker, Head truck serta kapal Tunda ( Tug Boat ). Indicator ini dihitung dalam satuan %

Tingkat Pemanfaatan Asset Pelabuhan Representasi
penggunaaan/waktu pemanfaatan peralatan atau fasilitas kepelabuhanan dibandingkan jumlah/waktu/kapasitas yang tersedia ( dalam Satuan % ).

Formulasi : Jumlah Capaian % / Jumlah yang dinilai

Indicator yang dihitung / dinilai meliputi :
BOR dan YOR dalam % , Alat alat seperti Forklift, Top Loader, Mobil Crane, Head Truck, Reach Steacker, Kapal Tunda Milik, kapal Pandu dihitung dalam satuan jam

Progress Penyerapan Investasi
untuk mengetahui banyaknya realisasi program dan progress fisik investasi terhadap jumlah program dan progress fisik investasi keseluruhan yang direncanakan. ( dalam satuan % ).

Indicator yang dihitung / dinilai meliputi :

Progress Penyerapan Program (% ):
Digunakan untuk mengukur seberapa jauh perusahaan sudah memenuhi rencana pengembangan investasi jangka panjang sehingga sumber daya yang dimiliki tetap difokuskan pada rencana awal. Progess Penyerapan Program dihitung sebagai berikut:

Formulasi : Jumlah realisasi investasi / Jumlah investasi yang ada.

Progress Fisik Investasi ( % )
Digunakan untuk mengukur seberapa jauh tingkat penyerapan terhadap anggaran dana yang tersedia dengan melihat pada progress fisik investasi yang dikonversikan pada nilai rupiah dibandingkan jumlah nilai rupiah investasi yang dianggarkan pada tahun berjalan atau dihitung dengan rumus:

Formulasi : Jumlah realisasi fisik / Jumlah anggaran investasi yang ada.

Tingkat kepatuhan terhadap kontrak kemitraan
Untuk mengukur banyaknya kontrak kemitraan / kerjasama usaha yang berjalan sesuai dengan perjanjian dibandingkan dengan kontrak kemitraan / kerjasama usaha yang ada ( dalam satuan % ).

Formulasi : Jumlah kontrak effektive / Jumlah kontrak yang ada.

LEARNING & GROWTH

Pelatihan Minimal 2 Hari Per Pekerja :
Jumlah Pelatihan Minimal per Pekerja dibandingkan dengan jumlah pekerja yang ada. ( dalam satuan % )

Formulasi : Jumlah pekerja yang mendapat pelatihan / Jumlah semua pekerja.
Read More......

KPI Perspektif keuangan

Perspektif KEUANGAN :


Return On Capital Employed ( ROCE )
penghitungan return adalah laba sebelum pajak sedangkan dalam formula awal digunakan laba setelah pajak ( satuan % ).

Formulasi :
ROCE : Profit After Tax : Capital Employed

Rasio Operasi
Rasio Operasi digunakan untuk mengetahui tingkat efisiensi operasi perusahaan dalam satu periode operasi ( satuan % ).

Formulasi :
Rasio Operasi : Total Pendapatan : Total Beban Usaha.

Pertumbuhan Pendapatan Usaha
bertujuan untuk melihat besarnya perubahan pendapatan usaha dari periode sebelumnya sebagai tolok ukur pertumbuhan usaha perusahaan( satuan % ).

Formulasi :
Pertumbuhan Pendapatan Usaha ( PU ) :
{( PU berjalan – PU sebelumnya ) / PU sebelumnya} X 100%

Kolektibilitas Piutang Usaha
kemampuan perusahaan dalam penagihan piutang usaha dari para pelanggan ( satuan hari )

Formulasi :
Kolektibilitas Piutang Usaha :
( Total Piutang Usaha / Total Pendapatan Usaha ) X 365

PERSPEKTIF PELANGGAN / Indeks Kepuasan Pelanggan :
Pelanggan memberikan informasi seberapa baik jasa yang diberikan perusahaan dapat memuaskan pelanggannya.
Pemilihan sampel dilakukan dengan metode stratified random sampling (sampel acak dengan stratifikasi selektif) terhadap pelanggan dari cabang representatif. Analisis hasil survei menggunakan Importance Performance Analysis (IMPA) dengan dimensi SERVQUAL (service quality) yang dikembangkan oleh Parasuraman, Zeitham, Bitner (2000). Metode ini menganalisis gap antara layanan yang diharapkan pelanggan (ekspektasi) dengan pelayanan yang dirasakan pelanggan (persepsi). Sedangkan penyimpulan hasil survei disajikan dengan menggunakan skala Likert dengan skala penilaian untuk rata-rata Ekspektasi dan Persepsi pelanggan antara 1 sampai dengan 5
Read More......

Bentuk KPI

Bentuk / Perspektif KPI ( Key Performance Indicators )yang ada di Cabang Pelabuhan Teluk Bayur

Ada beberapa perpektif yang dinilai yaitu :

A. KEUANGAN
Indicator yang ada meliputi :
1.Return On Capital Employed ( ROCE ).
2.Rasio Operasi.
3.Pertumbuhan Pendapatan Usaha.
4.Kolektibilitas Piutang Usaha.

B. PELANGGAN
Indeks Kepuasan Pelanggan

C. PROSES BISINS INTERNAL
Indicator penilian terhadap proses bisnis internal adalah :
1.Kolektibilitas Pengembalian Pinjaman Program Kemitraan
2.Tingkat Penyaluran Program Kemitraan
3.Capaian Level of Safety and Service ( LOSS )
4.Tingkat Kesiapan Alat Produksi Pelabuhan Representasi
5.Tingkat Pemamfaatan Aset Pelabuhan Representasi
6.Progress Penyerapan Investasi
a.Progress Penyerapan Program
b.Progress Penyerapan Fisik
7.Tingkat Kepatuhan Terhadap Kontrak Kemitraan

D. LEARNING & GROWTH
Pelatihan Minimal 2 Hari Per Pekerja
Read More......

KPI Cabang Pelabuhan Teluk Bayur

DATA UMUM
PT (Persero) Pelabuhan Indonesia II pada awalnya
merupakan Perusahaan Umum yang didirikan berdasarkan PP 15 tahun 1983 juncto PP 5 tanggal 5 Februari 1985 dengan nama Perum Pelabuhan II, merupakan BUMN yang berada di bawah Departemen Perhubungan. Berdasarkan Akte Notaris Imas Fatimah, SH No. 3 tanggal 1 Desember 1992, bentuk Perusahaan Umum diubah menjadi Perusahaan Perseroan.

Perusahaan berkantor pusat di Jakarta dan memiliki 12 (dua belas) kantor cabang yang terdiri dari:
•Kantor Cabang Kelas Utama : Tanjung Priok
•Kantor Cabang Kelas Satu : Panjang, Palembang, Teluk Bayur, Pontianak dan Cirebon
•Kantor Cabang Kelas Dua : Sunda Kelapa, Banten, Jambi, Bengkulu, Pangkal Balam dan Tanjung Pandan
Perusahaan memiliki tiga anak perusahaan, yaitu PT Electronic Data Interchange Indonesia, PT Rumah Sakit Pelabuhan, dan PT Multi Terminal Indonesia yang laporan keuangannya dikonsolidasikan.
Dalam menjalankan kegiatan usaha, perusahaan mengadakan kerja sama dengan mitra usaha seperti KSO Terminal Operator, penyediaan kapal tunda dan pengelolaan gudang-gudang pelabuhan, serta penyediaan air. Selain menjalankan kegiatan pengelolaan pelabuhan, perusahaan juga berusaha di bidang lain yang relevan seperti menyewakan tanah, bangunan, dan fasilitas pendukung lain yang diperlukan dalam kegiatan kepelabuhanan.
Tujuan perusahaan adalah turut melaksanakan dan menunjang kebijakan dan program pemerintah di bidang ekonomi dan pembangunan nasional serta memupuk keuntungan bagi Perusahaan dengan menjalankan usaha kepelabuhanan dan menjalankan usaha-usaha lain yang mempunyai kaitan dengan usaha tersebut.

Visi perusahaan yang hendak diwujudkan oleh PT (Persero) Pelabuhan Indonesia II adalah:
Memberikan jasa kepelabuhanan secara handal dengan mutu pelayanan kelas dunia.
Misi Perusahaan:

Mewujudkan visi perusahaan melalui peningkatan realisasi komitmen perusahaan kepada mitra, pelanggan, kepentingan nasional, pemilik, masyarakat pelabuhan, dan anggota perusahaan.
Read More......